Rabu, Januari 13, 2021
Beranda blog

Konfigurasi WEB Server dan FTP Server, Windows Server 2012

0

Sebelum mengkonfigurasi kita harus mengatahui topologinya terlebih dahulu agar lebih mudah dalam mengkonfigurasi.

Topologi

Installasi WEB Server

  • Installasi IIS, pada WINSRV buka server manager pada bagian dan Dashboard Klik Add roles and features.
  • Pada “Before you begin” klik next saja.
  • Pada “Installation Type” biarkan default, klik next

.

  • Pada “Server Selection” biarkan default, klik next.
  • Pada “Server Roles” ceklis “Web Server(IIS)” dan klik Add Features. Kemudian klik next.

  •  Pada “Features” klik next saja.
  • Pada “Web Server Role (IIS)” baca kemudian klik next.
  •  Pada “Role Service” cari paket bernama FTP Server, ceklis pada FTP Server. Jika sudah klik next.
  • Pada “Confirmation” pastikan yang akan diinstall adalah Web Server (IIS) yang didalamnya terdapat paket FTP Server dan Web server, klik install.
  • Tunggu hingga proses instalasi selesai. Jika sudah klik close.
  •  Setelah instalasi selesai website default dari web server sudah bisa diakses dari client, baik itu menggunakan IP server ataupun domain.

Konfigurasi Web Server

  •  Buat folder baru pada C:/inetpub, missal disini saya membuat folder “Websitejuara”.
  • Kemudian buat sebuah file berformat .html sebagai web yang akan kita tampilkan. Buat menggunakan Notepad dan save dengan nama “index.html”.

  •  Jika sudah pada Server Manager klik Tools dan pilih IIS Manager.
  •  Akan terbuka jendela IIS Manager, expand “WINSERVER” lalu expand “Sites” disitu terdapat website defaultnya. Hapus website default karena bisa mengganggu. Klik kanan pada Default Website kemudian klik Remove.
  • Setalah terhapus klik kanan pada “Sides” dan pilih “Add Websites” untuk menambahkan website baru.

  • Beri nama Website pada kolom “Site name”. Tidak ada ketentuan dengan pemberian nama website.

  •  Tunjuk folder yang berisi konten Web dengan cara klik tanda “…” kemudian pilih folder yang kita buat tadi dan pastikan sudah berisi file index.html. Klik OK.
  • Pada kolom port biarkan default saja yaitu port 80. Pada hostname isikan dengan sub domain www yang sudah kita buat pada LAB sebelumnya. Jika sudah klik OK.

Konfigurasi FTP Server

  •  Buat folder baru pada drive C, berinama FTP. Dan isikan folder tersebut dengan beberapa folder lainnya seperti folder Videos, Documents, Pictures, Music. Jika perlu tambahkan file pada masing-masing folder.
  • Pada Server Manager Klik Tools dan klik IIS Manager.

  • Pada jendela IIS Manager. Klik kanan pada “Sites” kemudian klik “Add FTP Site”

  •  Beri nama pada FTP Site, berinama “FTPJuara”.
  • Pada “Physical path” klik pada bagian “…” kemudian pilih folder yang akan dishare ke client. Yaitu folder “FTP” yang sudah kita buat tadi lalu klik OK.

Pada bagian binding biarkan default saja. Yaitu pada IP Address “All Unassigned” dan port 21. Pada bagian SSL pilih “No SSL” karena kita tidak menggunakan SSL. Klik next.

  • Pada bagian “Authentication” pilih basic. Kemudian pada bagian “Authorization” pilih All users. Pada bagian “Permissions” pilih sesuai keinginan/kebutuhan, disini saya memilih read dan write sehingga client bisa membaca dan mengubah file yang ada di FTP Server. Jika sudah klik Finish.

Pengujian

Pengujian Web Server

  • Pada client buka website yang telah kita buat dengan mengetikkan hostname yang kita isikan tadi yaitu www.juara.com. Jika pada client kita mengetikkan juara.com ataupun IP server maka tidak akan berhasil.

Pengujian FTP Server

  • Pada client buka File Manager, dan ketikan perintah berikut : “ftp::/ip_server”
  • Kemudian login menggunakan user yang terdapat di server. Isikan username dan password yang sesuai lalu klik Log On.
  • Client sudah bisa menggunakan layanan FTP.

Cara Mengatasi CSE Google Secara Permanent

0

Assalamu’alaikum Wr Wb, pernakah anda sedang asik-asik browsing dan tiba-tiba dihadapkan dengan tampilan browser yang tidak biasanya? Dimana anda seharusnya menggunakan mesin pencarian google.com malahan dialihkan ke cse.google.com seperti dibawah ini.

Sebenarnya tidak terlalu ada perbedaan dengan google biasa hanya saja tampilan cse.google.com kurang menarik, dan kita tidak tau kenapa tiba-tiba browser kita menjadi seperti ini. Bisa saja karena ada malware yang merubah-rubah setingan kita Untuk memahami apa itu CSE(Costum Search Engine) simak penjelasan berikut dari google.com.

What is Custom Search?

Google Custom Search lets you include a search engine on your website to help your visitors find the information they’re looking for. Because Custom Search is based on Google’s core search technology, you can be confident that your users are getting high quality, relevant results. You can customize a lot of your search engine, including:

  • Apply your site’s look and feel to the search box and results page
  • Use search features such as refinements, autocomplete, and promotions to enhance your users’ search experience
  • Understand your users’ behavior by linking your search engine with Google Analytics
  • Make money from your search engine with Google AdSense

How is Custom Search different from Google Web Search?

You have the option to set your custom search engine to search the entire web, similar to a normal search on Google.com. However, you might notice some differences. Your custom search engine:

  • Emphasizes your results over anything else on the web
  • Doesn’t include some Google Web Search features, such as personalized results
  • May have a subset of results from the Google index if you include more than ten sites

Iya itu tadi penjelasan tentang costum searc dari google. Biasanya CSE digunakan para developer website agar memudahkan para penggunanya.

Jika anda risih dengan tampilan ini anda bisa merubah CSE ini menjadi google seperti biasa, ada 2 cara untuk mengaturnya gunakan cara pertama terlebih dahulu jika sudah berhasil tidak perlu lanjut ke cara kedua. Berikut langkah-langkahnya :

  1. Mengatur Web Proxy pada Web Browser

  •  Buka web browser dan masuk ke menu pengaturan. Disini saya menggunakan browser Mozilla Firefox, untuk web browser lain mungkin sedikit berbeda.
  • Kemudian pada setelan jaringan klik Setelan.

  • Pada pengaturan sambungan pilih Tanpa proxy, klik OK

  •  Kemudian coba searching dan pastikan kita menggunakan google biasa dan tidak dialihkan ke cse google. Jika masih belum berhasil coba cara ke-2.
  •  2. Mengatur Proxy pada Internet settings

  •  Buka Control Panel dan masuk ke Network and Sharing Center.
  • Pada bagian pojok kiri bawah pilih Internet Options.

  • Pada Internet Properties klik LAN settings.

  • Uncheklis atau hilangkan tanda centag pada “User a proxy server for your LAN”

Sekian Tips dan Trik dari saya jika ada kendala atau cse masih saja muncul cobalah untuk berkomentar. Terimakasih.

 

Konfigurasi FTPs Explicit

0

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebelum mengkonfigurasi FTP Explicit kita perlu mengetahui beberapa jenis FTP Secur dibawah ini :

FTPS

FTPS biasa disebut juga dengan FTP Secure menggunakan enkripsi SSL dalam pengirimannya (transfer). Sebelum adanya FTPS ini semua trafik data pada FTP dapat terbaca dengan mudah dengan menggunakan tools yang sudah banyak di internet.

Terdapat dua cara untuk mengkonfigurasi FTP Secure yaitu dengan Implicit SSL dan Explicit SSL.

FTPS IMPLICIT SSL

Klien akan membuat koneksi ke server terlebih dahulu sebelum melakukan transfer file apapun, jika klien tidak menggunakan SSL untuk terhubung ke server, maka server akan men-deny request dari klien dan koneksi akan terputus. Port yang digunakan default adalah 990.

FTPS EXPLICIT SSL

Pada bagian ini server mendukung gabungan FTP dan FTPS dengan menggunakan satu port, klien akan membuat koneksi ke FTP server tanpa menggunakan enkripsi apapun, klien akan meminta ke server untuk mengganti command channel ke yang sudah terenkripsi dengan mengirimkan command AUTH TLS (Authentication Transport Layer Security) atau AUTH SSL (Authentication Secure Socket Layer).

  1.  Install paket apk proftpd. Dan pilih standalone
  2.  Edit file /etc/proftpd/proftpd.conf
  3. Arahkan directory ke /home/, dan hapus tanda pagar pada Include tls.conf
  4.  Edit file /etc/proftpd/tls.conf hapus tanda pagar pada baris 10-12, kemudian pada baris 27-28 hapus tanda pagar dan arahkan sertifikatnya.
  5.  Pada baris 35 hapus tanda pagar didepannya. Agar FTP dan FTPs bisa berjalan.
  6.  Restart service proftpd
  7. Coba login dengan user yang memiliki home directory menggunakan protocol ftp
  8.  Coba login dengan user6-10 menggunakan protocol ftpes

 

Konfigurasi telah berhasil, Selamat Mencoba Semoga berhasil.

Konfigurasi SSH Debian Server : Membuat User Setara Root, Merubah Port dan Melarang User Root untuk Login Melalui SSH

0

Assalamu’alaikum wr wb, sebeum masuk ke tahap konfigurasi akan saya jelaskan sedikit tentang SSH dan SUDO pada Linux ini.

SSH adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman karena terjadi proses enkripsi data. Sedangkan SUDO adalah sebuah perintah dalam command-line Linux. Apabila kalian memiliki akses root, maka sudo akan melakukan perintah sebagai superuser. Penggunaan sudo dan perintah-perintah yang dapat menggunakan sudo terdapat pada file konfigurasi /etc/sudoers. Apabila seorang pengguna yang tidak barhak mencoba menjalankan perintah, sudo akan memberitahu administrator melalui e-mail. Secara default, pemberitahuan peringatan ini akan disimpan di akun root. Pengguna yang mencoba menjalankan perintah akan diminta mengisikan password. Setelah terotentifikasi, sudo akan membuat timestamp untuk pengguna. Selama 5 menit, pengguna akan dapat mengeksekusi perintah-perintah, sampai diakhir menit ke-5, pengguna baru diminta kembali untuk mengisikan password. Iya itu tadi sedikit penjelasan tentang SSH dan SUDO selanjutnya ke tahap konifgurasi.

  • Install paket aplikasi SSH dan SUDO :
  •   Edit file /etc/ssh/sshd_config pada baris 5 rubah port SSH menjadi 2002 atau sesuai keinginan dan pada baris 28 PermitRoot Login ubah menjadi “no” untuk melarang user root login melalui ssh, dan ubah menjadi “”.  Disini kita melarang user root untuk login melalui ssh karena user root memiliki full akses terhadap server maka akan berbahaya jika user root bisa melakukan remot melalui ssh, sebenarnya secara default user root sudah dilarang login melalui SSH. Jika Sudah Save dan exit :
  •  Buat user baru dengan nama remote :

  • Edit file /etc/sudoers dan buat user remote setara dengan user root :
  • Pada baris 21 beri akses FULL untuk user remote :
  •   Terakhir restart service SSH dan SUDO :

  • Untuk pengujian buka aplikasi putty pada client,masukkan ip LNXSRV-A dan nomor port SSH 2002 atau sesuai dengan konfigurasi :

  • Login sebagai user remote dan masukkan passwordnya, cobalah melakukan konfigurasi dengan perintah sudo:

 

Tutorial Konfigurasi DNS server dan mail server sederhana

0

Topology

Sebelum ke inti dari tutorial akan saya jelaskan sedikit mengenai alur dari topologi diatas agar dapat dipahami dengan mudah.

Pertama itu kita akan mengkonfigurasi dns di srv1 dimana nanti domain juaralks.net akan digunakan untuk srv2 dan domain www.juaralks.net akan digunakan untuk srv1. Kedua itu kita akan mengkonfigurasi mail server di srv2 dimana nanti client jika ingin mengirim pesan akan ke @juaralks.net

Sebelum memulai yang harus dipastikan adalah semua device sudah bisa saling terkoneksi, diuji dengan melakukan ping ke semua ip address dari masing-masing device

  1. Konfigurasi DNS Server di srv1

Pertama kita install aplikasi bind9 untuk settings dns server

root@srv1:~# apt-get install bind9

Kedua pindah ke directory /etc/bind

root@srv1:~# cd /etc/bind

Ketiga pada directory /etc/bind kita edit file named.conf.local

root@srv1:~# nano named.conf.local

Keempat tambahkan dibagian bawa script seperti gambar berikut. Script pertama sebagai DNS forward dan script kedua sebagai DNS resolv

Kelima copy file db.local ke db.juara dan db.127 ke db.25

root@srv1:~# cp db.local db.juara && cp db.127 db.25

Keenam edit file db.juara dan db.25

root@srv1:~# nano db.juara db.25

Keenam lakukan replace pada kata localhost dengan menekan ctrl + \ dan ganti kata tersebut menjadi juaralks.net

Ketuju ganti ip loopback ( 127.0.0.1 ) menjadi 25.25.25.2 dan ganti @ IN AAAA ::1 menjadi www IN A 10.10.10.2 seperti gambar dibawah ini kemudian simpan dengan menekan ctrl + o kemudian keluar dengan menekan ctrl + x

Maka fullnya akan seperti ini

Kedelapan ( edit file db.25 ) lakukan replace juga pada kata localhost menjadi juaralks.net

Selanjutnya ganti pada bagian host id ( 1.0.0 ) menjadi host id milik srv2

Maka tampilan fullnya seperti ini

Kesembilan restar bind9

root@srv1:~# service bind9 restart

Selanjutnya uji dengan melakukan ping ke juaralks.net maka harusnya reply ke 25.25.25.2 dan ping www.juaralks.net reply ke 10.10.10.2 dari client dan srv2 seperti ini

Ping dari Client

Ping dari srv2

  1. Konfigurasi Mail Server

Pada bagian mail server ini kita akan menggunakan aplikasi dovecotpop3d dan Postfix.

Pertama kita install terlebih dahulu kedua aplikasi yang sudah kita sebutkan sebelumnya yaitu dovecot-pop3d dan postfix.

root@srv2:~# apt-get postfix dovecot-pop3d

Pada saat instalasi kita akan menemui popup Postfix Configuration dibagian ini kita pilih Internet Site

Selanjutnya pada System mail name kita isikan dengan domain yang dimiliki srv2 yaitu juaralks.net

Kedua setelah proses install selesai, buat mail directory dengan nama Maildir di /etc/skel seperti berikut

root@srv2:~# maildirmake.dovecot /etc/skel/Maildir

Ketiga lakukan konfigurasi ulang pada postfix

root@srv2:~# dpkg-reconfigure postfix

Pada saat reconfigure postfix tekan enter sampai bagian berikut, kemudian pilih No

Pada bagian local networks tambahkan dibagian akhirnya dengan 0.0.0.0/0 agar dapat diakases oleh semua network atau diatur sesuai network yang diijinkan untuk mengaksesnya kemudian tekan Enter sampai selesai

Keempat edit file /etc/postfix/main.cf

root@srv2:~# nano /etc/postfix/main.cf

Kemudian dibagian akhir tambahkan script home_mailbox = Maildir/ kemudian simpan lalu keluar

Kelima edit file /etc/dovecot/conf.d/10-auth.conf

root@srv2:~# nano /etc/dovecot/conf.d/10-auth.conf

kemudian hapus tanda # didepan disable_plaintext_auth dan ganti kata = yes menjadi = no kemudian simapn lalu keluar

Keenam edit file /etc/dovecot/conf.d/10-mail.conf

root@srv2:~# nano /etc/dovecot/conf.d/10-mail.conf

Kemudian hapus tanda # pada bagian mail_location = maildir:~/Maildir dan beri tanda # didepan mail_location = mbox:~/mail:INBOX=/var/mail/%u

Ketuju edit file /etc/dovecot/conf.d/dovecot.conf

root@srv2:~# nano /etc/dovecot/dovecot.conf

Kemudian cari bagian #listen = *, :: dan ubah menjadi listen = *

Kedelapan restar service postfix dan dovecot

root@srv2:~# service dovecot restart
root@srv2:~# service postfix restart

Kesembilan buat dua user baru dengan adduser untuk mengujinya (nama dan password bebas).

Pertama kita uji langsung dari server untuk memastikan mail server bekerja

Pertama menguji mengirim pesan dengan postfix (SMTP) port 25

Script keterangan
telnet juaralks.net 25

mail from : punto@juaralks.net

rcpt to : putra@juaralks.net

data

Menguji mengirim pesan dari server

.

quit

Melakukan koneksi telnet port 25

Pengirim

Penerima

Fungsi data

Isi pesan

Fungsi akhir pesan

Keluar

Kedua menguji menerima pesan dengan pop3 port 110

Script keterangan
telnet juaralks.net 110

user putra

pass 1

retr 1

+OK 423 octets

quit

Melakukan koneksi telnet port 110

Username dari user yg menerima

Password dari user (1)

Mengecek pesan pertama

Pesan berhasil ditampilkan

keluar

Dari dua pengujian di atas sudah dipastikan mail server dapat berjalan dengan baik sesuai keinginan. Tinggal menguji dari bagian client

 

Tutorial FTPs Implisit

0
  1. Konfigurasi pada SERVER

Sebelum memulai konfigurasi pastikan sudah membuat certificate terlebih dahulu

  1. Install proftp

Apt-get install proftpd

  1. Edit file /etc/proftpd/proftpd.conf

Nano /etc/proftpd/proftpd.conf

Hapus tanda # pada line 138 simpan kemudian keluar

  1. Edit file /etc/proftpd/tls.conf

Nano /etc/proftpd/tls.conf

Pertama hapus tanda # pada line 10 sampai line 12

Kedua hapus tanda # pada line 27 dan line 28 dan arahkan lokasi file certificate

Ketiga hapus tanda # pada line 35 kemudian hapus seluruh kalimat dibelakang NoCertRequest kemudian ganti dengan UseImplicitSSL

Keempat hapus tanda # pada line 45 dan line 49

Selanjutnya restart proftpd

Service proftpd restart

  1. Pengujian pada Client
  2. Install filezilla

Apt-get install filezilla

  1. Buka filezilla kemudian tekan ctrl + s kemudian klik New site

Pada host masukkan alamat ftp server dan portnya biarkan default yaitu 21

Pada protocol pilih FTP

Pada Encryption pilih Require implicit FTP over TLS

Pada Logon pilih normal

Pada User isikan dengan user yang ada diserver

Pada Password isikan password user server tersebut

Kemudian klik Connect

  1. Setelah terkoneksi

 

Script berpindah activity Explicit Intent Android Studio

0

 

Halo teman-teman, disini saya akan membagikan script bagaimana cara berpindah ke satu akctivity ke activity yang lainnya.

Sebelum ke script aktivity sekarang buat sebuah desainnya terlebih dahulu pada activity_main.xml untuk desainnya sederhana saja seperti berikut

<?xml version=”1.0″ encoding=”utf-8″?>

<LinearLayout xmlns:android=”http://schemas.android.com/apk/res/android”

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”match_parent”

android:orientation=”vertical”>

<!–Text edit untuk data yang akan dipindah ke activity_data–>

<EditText

android:id=”@+id/etData”

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_margin=”15dp”

android:gravity=”center”

android:hint=”ISIKAN DATA” />

<LinearLayout

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”wrap_content”>

<!–Button untuk memindah data pada TextEdit–>

<Button

android:id=”@+id/btnData”

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_margin=”15dp”

android:layout_weight=”1″

android:text=”Pindah Datang” />

<!–Button untuk berpindah activity–>

<Button

android:id=”@+id/btnPindah”

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_margin=”15dp”

android:layout_weight=”1″

android:text=”Pindah” />

</LinearLayout>

</LinearLayout>

Selanjutnya buat dua empety activity baru dengan nama pindah dan data

Kemudian desain pada activity_pindah.xml seperti ini

<?xml version=”1.0″ encoding=”utf-8″?>

<LinearLayout xmlns:android=”http://schemas.android.com/apk/res/android”

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”match_parent”

android:orientation=”vertical”>

<TextView

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”wrap_content”

android:textStyle=”bold”

android:text=”Ini aktivity hasil pindah”

android:layout_margin=”20dp”

android:gravity=”center_horizontal”

android:layout_gravity=”center_horizontal”

android:textSize=”18sp”/>

</LinearLayout>

Kemudian desain pada activity_data.xml seperti ini

<?xml version=”1.0″ encoding=”utf-8″?>

<LinearLayout xmlns:android=”http://schemas.android.com/apk/res/android”

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”match_parent”

android:orientation=”vertical”>

<!–Tampilan data dari EditText di MainActivity–>

<TextView

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”wrap_content”

android:textStyle=”bold”

android:text=”DATA KOSONG”

android:layout_margin=”20dp”

android:id=”@+id/tvData”

android:layout_gravity=”center_horizontal”

android:textSize=”18sp”/>

</LinearLayout>

Selanjutnya tuliskan script berikut pada MainActivity.class

package com.petra.belajarintent;

import androidx.appcompat.app.AppCompatActivity;

import android.content.Intent;

import android.os.Bundle;

import android.view.View;

import android.widget.Button;

import android.widget.EditText;

import android.widget.TextView;

public class MainActivity extends AppCompatActivity {

// Mendeklarasikan variable untuk textEdit, Button, dan TextView

EditText etData;

Button btnData, btnPindah;

TextView tvData;

@Override

protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {

super.onCreate(savedInstanceState);

setContentView(R.layout.activity_main);

// Memberikan nilai pada variable yang sudah didaftarkan sebelumnya

etData = findViewById(R.id.etData);

btnData = findViewById(R.id.btnData);

btnPindah = findViewById(R.id.btnPindah);

tvData = findViewById(R.id.tvData);

// Membuat fungsi on click pada button pindah

btnPindah.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {

@Override

public void onClick(View view) {

// Script untuk berpindah activity

Intent i = new Intent(MainActivity.this, pindah.class);

startActivity(i);

}

});

// Membuat fungsi on click pada button data

btnData.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {

@Override

public void onClick(View view) {

 

// Medeklarasikan variable data dan memberikan nilainya

String data = etData.getText().toString();

 

// Script untuk berpindah activity

Intent i = new Intent(MainActivity.this, data.class);

// Script untuk memindahkan data

i.putExtra(“pd”,data);

startActivity(i);

}

});

}

}

Kemudian tuliskan script berikut pada data.class

package com.petra.belajarintent;

import androidx.appcompat.app.AppCompatActivity;

import android.os.Bundle;

import android.widget.TextView;

public class data extends AppCompatActivity {

// Mendeklarasikan variable untuk TextView

TextView tvData;

 

@Override

protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {

super.onCreate(savedInstanceState);

setContentView(R.layout.activity_data);

 

// Memberikan nilai pada variable

tvData = findViewById(R.id.tvData);

// Mengambil data dari Intent

String getdata = getIntent().getStringExtra(“pd”);

tvData.setText(getdata);

}

}

 

Cara Install Adobe Reader di Windows

0

Adobe Reader adalah salah satu program aplikasi yang digunakan untuk membaca, membuat, mengedit file dengan format PDF. Adobe Reader ini tidak memiliki ukuran yang besar dan ringan untuk digunakan.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/4/4c/Acrobat_Pro_CC_icon.svg/1200px-Acrobat_Pro_CC_icon.svg.png

Untuk mendownload Adobe Reader dapat melalui disitus resminya https://get.adobe.com/reader/

Setelah mendownloadnya sekerang ke cara menginstallnya. Pertama jalankan Adobe Reader.exe dengan cara klik 2x pada filenya. Kemudian tunggu proses extrak

Setelah proses extrak selesai kamu dapat menentukan lokasi penyimpanan file install. Saya sarankan biarkan default saja dan jangan lupa untuk mencentang bagian “Make Adobe Reader my default PDF viewer” agar otomatis file PDF akan dibuka dengan Adobe Reader selanjutnya klik Next

Kemudian pada bagian memperbarui produk, pilih yang dinginginkan. Jika ingin selalu mendapatkan update secara otomatis pilih Install updates automatically, Jika ingin berdasarkan pilihan pilih Dowload updates or me, jika hanya ingin mendapatkan notifikasi pilih Notify me, jika tidak ingin mendapatkan update (harus update manual) pilih Manually check for and install updates. Disini saya pilih Manually check for and install updates. Jika sudah klik Install kemudian tunggu sampai proses install selesai

Jika proses sudah selesai klik Finish

Selanjutnya cobalah untuk membuka file dengan format PDF

 

Membuat aplikasi prediksi temperature dengan Android Studio

0

Halo sobat disini saya akan memberikan sedikit tutorial bagaimana cara membuat aplikasi sederhana untuk menghitung prediksi suhu dengan android studio.

Aplikasi prediksi suhu ini akan menggunakan perhitungan almanac, dimana nanti akan mengubah cricket chirps (suara jangkrik) ke drajat Celsius dengan rumus :

Jumlah suara jangkrik / 3 + 4

Pertama buat project baru terlebih dahulu, selanjutnya download gambar berikut :

Selanjutnya ubah nama dari gambar tersebut menjadi thermometer.png. Selanjutnya copy pastekan gambar tersebut ke Android > App > res > drawable

Baca juga artikel lainnya

Jika sudah buka main_activity.xml atau activity_main.xml di Android > App > res. Selanjutnya copykan code dibawah ini dibagain Text

<?xml version=”1.0″ encoding=”utf-8″?>

<LinearLayout xmlns:android=”http://schemas.android.com/apk/res/android”

xmlns:app=”http://schemas.android.com/apk/res-auto”

xmlns:tools=”http://schemas.android.com/tools”

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”match_parent”

android:background=”@color/colorAccent”

android:orientation=”vertical”

tools:context=”.MainActivity”>

<ImageView

android:id=”@+id/imageView6″

android:layout_width=”120dp”

android:layout_height=”140dp”

android:layout_gravity=”center_horizontal|center”

android:layout_marginTop=”5dp”

app:srcCompat=”@drawable/thermometer” />

<TextView

android:id=”@+id/textView”

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginLeft=”15dp”

android:layout_marginRight=”15dp”

android:background=”@color/colorPrimaryLight”

android:gravity=”center_horizontal|center”

android:text=”Tahukah Anda bahwa Anda dapat menentukan suhu di luar dengan menghitung number Kerik yang dihasilkan oleh Jangkrik. Hitung saja number Kerik yang dihasilkan Jangkrik dalam 25 detik dan tempatkan angka itu di kotak di bawah ini. ” />

<EditText

android:id=”@+id/enter_jumlah”

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginLeft=”20dp”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:ems=”10″

android:gravity=”center”

android:hint=”number Krik dalam 25 Detik”

android:inputType=”number” />

<Button

android:id=”@+id/btn_hitung”

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginLeft=”20dp”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:layout_marginTop=”10dp”

android:background=”@color/colorPrimary”

android:text=”HITUNG SUHU”

android:textColor=”@android:color/black”

android:textStyle=”bold” />

<TextView

android:id=”@+id/txt_hasil”

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginLeft=”20dp”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:layout_marginTop=”5dp”

android:background=”@color/colorPrimaryLight”

android:text=”TextView”

android:textColor=”@android:color/background_dark”

android:textStyle=”bold” />

<TextView

android:id=”@+id/textView2″

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginLeft=”20dp”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:layout_marginTop=”25dp”

android:text=”Dibuat oleh Petra”

android:textColor=”@android:color/holo_red_dark”

android:textStyle=”bold” />

</LinearLayout>

Jika sudah buka file ke Android > app > java > com.example.xxx > MainActivity.java. Selanjutnya copykan code dibawah ini

import android.support.v7.app.AppCompatActivity;

import android.os.Bundle;

import android.view.View;

import android.widget.Button;

import android.widget.EditText;

import android.widget.TextView;

import android.widget.Toast;

import java.text.DecimalFormat;

public class MainActivity extends AppCompatActivity {

// Mendeklaraskan variable palette

Button btn_hitung;

TextView txt_hasil;

EditText enter_jumlah;

DecimalFormat formater;

@Override

protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {

super.onCreate(savedInstanceState);

setContentView(R.layout.main_activity);

formater = new DecimalFormat(“#0.0”);

btn_hitung = findViewById(R.id.btn_hitung);

txt_hasil = findViewById(R.id.txt_hasil);

enter_jumlah = findViewById(R.id.enter_jumlah);

txt_hasil.setVisibility(View.GONE);

btn_hitung.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {

@Override

public void onClick(View v) {

if (enter_jumlah.getText().toString().isEmpty())

{

Toast.makeText(MainActivity.this, “Masukan number kerik”, Toast.LENGTH_SHORT).show();

}

else

{

int number = Integer.parseInt(enter_jumlah.getText().toString().trim());

double temperature = (number / 3.0) + 4;

String hasil = “Perkiraan suhu : ” + formater.format(temperature)+ “\tdrajat Celcius”;

txt_hasil.setText(hasil);

txt_hasil.setVisibility(View.VISIBLE);

}

}

});

}

}

 

Maka nanti hasilnya seperti ini

 

Cara membuat Kalculator Android Studio

0

Halo sobat kali ini saya akan menunjukkan source code untuk Aplikasi Kalkulator yang dibuat dengan Android Studio. Untuk pejelasan mengenai source codenya ada dibagian komentar code.

Cara membuat kalkulator dengan android studio ini sangatlah mudah, pertama buat project empety baru. Kemudian copykan source code atau code dibawah ini sesuai dengan fungsinya

Baca juga artikel lainnya

Pertama adalah code untuk MainActivity.java

package com.example.petera.mycalculator;

import android.content.Context;

import android.content.Intent;

import android.support.v7.app.AppCompatActivity;

import android.os.Bundle;

import android.view.View;

import android.view.inputmethod.InputMethod;

import android.view.inputmethod.InputMethodManager;

import android.widget.Button;

import android.widget.EditText;

import android.widget.Toast;

public class MainActivity extends AppCompatActivity implements View.OnClickListener {

// Membuat variable Edit Text

EditText enterAngka;

// Membuat variable Button, untuk kelompok operator

Button buttonTambah, buttonKurang, buttonBagi, buttonKali, buttonSama;

// Membuat variable Button untuk membersihkan

Button buttonClear;

// Membuat variable Button untuk input angka

Button button1, button2, button3,button4,button5,button6,button7,button8,button9,button0;

// Membuat variable Button menuju ke aktivity tentang

Button buttonTentang;

// Mendaftarkan variable double, nama : nilai untuk menyimpan nilai input angka dari user

public static double nilai = 0;

// Mendaftarkan variable String, nama : operasi untuk menyimpan pilihan

public static String operasi = “”;

// Mendaftarkan variable double, nama : hasil untuk hasil akhir

public static double hasil=0.0;

@Override

protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {

super.onCreate(savedInstanceState);

setContentView(R.layout.activity_main);

// Memanggil method operasihitung

operasihitung();

// Membuat variable buttonTentang agar memiliki fungsi sama dengan

// id buttonTentang di activity_main.xml

buttonTentang = findViewById(R.id.buttonTentang);

// Membuat buttonTentang dapat dilik

buttonTentang.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {

@Override

public void onClick(View v) {

// Membuat intent agar buttonTentang jika di klik nanti menuju ke Tentang.class

Intent i = new Intent(MainActivity.this, Tentang.class);

// Menjalankan Intent

startActivity(i);

}

});

}

// Method dengan nama operasihitung yang akan dipanggil ke onCreate

void operasihitung(){

// Membuat variable enterAngka agar memiliki fungsi sama dengan

// id editText2 di activity_main.xml

enterAngka = findViewById(R.id.editText2);

// Membuat variable button0 sampai button9 agar memiliki fungsi sama dengan

// id button0 sampai button9 sesuai dengan yang dinginkan di activity_main.xml

// dan dapat di klik

button0 = findViewById(R.id.button0);

button0.setOnClickListener(this);

button1 = findViewById(R.id.button1);

button1.setOnClickListener(this);

button2 = findViewById(R.id.button2);

button2.setOnClickListener(this);

button3 = findViewById(R.id.button3);

button3.setOnClickListener(this);

button4 = findViewById(R.id.button4);

button4.setOnClickListener(this);

button5 = findViewById(R.id.button5);

button5.setOnClickListener(this);

button6 = findViewById(R.id.button6);

button6.setOnClickListener(this);

button7 = findViewById(R.id.button7);

button7.setOnClickListener(this);

button8 = findViewById(R.id.button8);

button8.setOnClickListener(this);

button9 = findViewById(R.id.button9);

button9.setOnClickListener(this);

// Membuat variable operasi agar memiliki fungsi sama dengan

// id Button operasi di activity_main.xml dan dapat di klik

buttonTambah = findViewById(R.id.buttonTambah);

buttonTambah.setOnClickListener(this);

buttonKali= findViewById(R.id.buttonKali);

buttonKali.setOnClickListener(this);

buttonKurang = findViewById(R.id.buttonKurang);

buttonKurang.setOnClickListener(this);

buttonBagi= findViewById(R.id.buttonBagi);

buttonBagi.setOnClickListener(this);

buttonSama= findViewById(R.id.buttonSama);

buttonSama.setOnClickListener(this);

// Membuat variable buttonClear agar memiliki fungsi sama dengan

// id buttonC di activity_main.xml dan dapat di klik

buttonClear= findViewById(R.id.buttonC);

buttonClear.setOnClickListener(this);

}

// Method agar saat button diklik memiliki fungsi

@Override

public void onClick(View v) {

// Fungsi pemilihan

switch (v.getId()) {

// Pemilihan button agar saat mengklik button memunculkan angka yang diinginkan

case R.id.button0:

enterAngka.setText(enterAngka.getText().toString().trim() + “0”);

break;

case R.id.button1:

enterAngka.setText(enterAngka.getText().toString().trim() + “1”);

break;

case R.id.button2:

enterAngka.setText(enterAngka.getText().toString().trim() + “2”);

break;

case R.id.button3:

enterAngka.setText(enterAngka.getText().toString().trim() + “3”);

break;

case R.id.button4:

enterAngka.setText(enterAngka.getText().toString().trim() + “4”);

break;

case R.id.button5:

enterAngka.setText(enterAngka.getText().toString().trim() + “5”);

break;

case R.id.button6:

enterAngka.setText(enterAngka.getText().toString().trim() + “6”);

break;

case R.id.button7:

enterAngka.setText(enterAngka.getText().toString().trim() + “7”);

break;

case R.id.button8:

enterAngka.setText(enterAngka.getText().toString().trim() + “8”);

break;

case R.id.button9:

enterAngka.setText(enterAngka.getText().toString().trim() + “9”);

break;

// Pemilihan operasi yang ingin digunakan

case R.id.buttonTambah:

// Jika enterAngka tidak ada isinya (null) maka nanti akan memunculkan pesan

// Jika tidak akan melakukan operasi

if (enterAngka.getText().toString().isEmpty())

{

Toast.makeText(this, “Masukkan angka”, Toast.LENGTH_SHORT).show();

}else {

nilai = Double.parseDouble(enterAngka.getText().toString().trim());

operasi = “tambah”;

enterAngka.setText(“”);

}

break;

case R.id.buttonKurang:

if (enterAngka.getText().toString().isEmpty())

{

Toast.makeText(this, “Masukkan angka”, Toast.LENGTH_SHORT).show();

}else {

nilai = Double.parseDouble(enterAngka.getText().toString().trim());

operasi = “kurang”;

enterAngka.setText(“”);

}

break;

case R.id.buttonBagi:

if (enterAngka.getText().toString().isEmpty())

{

Toast.makeText(this, “Masukkan angka”, Toast.LENGTH_SHORT).show();

}else {

nilai = Double.parseDouble(enterAngka.getText().toString().trim());

operasi = “bagi”;

enterAngka.setText(“”);

}

break;

case R.id.buttonKali:

if (enterAngka.getText().toString().isEmpty())

{

Toast.makeText(this, “Masukkan angka”, Toast.LENGTH_SHORT).show();

}else {

operasi = “kali”;

nilai = Double.parseDouble(enterAngka.getText().toString().trim());

enterAngka.setText(“”);

}

break;

// Agar enterAngka menjadi kosong

case R.id.buttonC:

nilai = 0;

hasil = 0.0;

enterAngka.setText(“”);

break;

// Untuk melakukan operasi akhir

case R.id.buttonSama:

if(operasi.equals(“tambah”)) {

if (enterAngka.getText().toString().isEmpty())

{

Toast.makeText(this, “Masukkan angka”, Toast.LENGTH_SHORT).show();

}else {

hasil = nilai + Double.parseDouble(enterAngka.getText().toString().trim());

}

}

if(operasi.equals(“kurang”))

{

if (enterAngka.getText().toString().isEmpty())

{

Toast.makeText(this, “Masukkan angka”, Toast.LENGTH_SHORT).show();

}else {

hasil = nilai – Double.parseDouble(enterAngka.getText().toString().trim());

}

}

if(operasi.equals(“bagi”))

{

if (enterAngka.getText().toString().isEmpty())

{

Toast.makeText(this, “Masukkan angka”, Toast.LENGTH_SHORT).show();

}else {

hasil = nilai / Double.parseDouble(enterAngka.getText().toString().trim());

}

}

if(operasi.equals(“kali”))

{

if (enterAngka.getText().toString().isEmpty())

{

Toast.makeText(this, “Masukkan angka”, Toast.LENGTH_SHORT).show();

}else {

hasil = nilai * Double.parseDouble(enterAngka.getText().toString().trim());

}

}

int total = (int) hasil;

if (total == hasil){

enterAngka.setText(String.valueOf((int) hasil));

}else {

enterAngka.setText(String.valueOf(hasil));

}

break;

}

}

}

 

Selanjutnya untuk activity_main.xml

Baca juga artikel lainnya

<?xml version=”1.0″ encoding=”utf-8″?>

<android.support.constraint.ConstraintLayout xmlns:android=”http://schemas.android.com/apk/res/android”

xmlns:app=”http://schemas.android.com/apk/res-auto”

xmlns:tools=”http://schemas.android.com/tools”

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”match_parent”

android:background=”@color/satu”

tools:context=”.MainActivity”>

<!–Edit text yang digunakan untuk memasukkan angka–>

<EditText

android:id=”@+id/editText2″

android:layout_width=”279dp”

android:layout_height=”27dp”

android:layout_marginBottom=”20dp”

android:layout_marginTop=”30dp”

android:background=”@color/tiga”

android:ems=”10″

android:hint=”Masukkan Angka”

android:inputType=”number”

app:layout_constraintBottom_toTopOf=”@+id/tableLayout”

app:layout_constraintEnd_toEndOf=”parent”

app:layout_constraintHorizontal_bias=”0.503″

app:layout_constraintStart_toStartOf=”parent”

app:layout_constraintTop_toTopOf=”parent”

app:layout_constraintVertical_bias=”0.0″ />

<!–Table Layout agar button tersusun rapi–>

<TableLayout

android:id=”@+id/tableLayout”

android:layout_width=”304dp”

android:layout_height=”398dp”

android:layout_marginBottom=”24dp”

android:layout_marginTop=”21dp”

app:layout_constraintBottom_toBottomOf=”parent”

app:layout_constraintEnd_toEndOf=”@+id/editText2″

app:layout_constraintHorizontal_bias=”0.505″

app:layout_constraintStart_toStartOf=”@+id/editText2″

app:layout_constraintTop_toBottomOf=”@+id/editText2″>

<TableRow

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”match_parent”>

<Button

android:id=”@+id/button1″

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginLeft=”5dp”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”1″

android:textStyle=”bold” />

<Button

android:id=”@+id/button2″

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”2″

android:textStyle=”bold” />

<Button

android:id=”@+id/button3″

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”3″

android:textStyle=”bold” />

<Button

android:id=”@+id/buttonTambah”

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”+”

android:textStyle=”bold” />

</TableRow>

<TableRow

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”match_parent”>

<Button

android:id=”@+id/button4″

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginLeft=”5dp”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”4″

android:textStyle=”bold” />

<Button

android:id=”@+id/button5″

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”5″

android:textStyle=”bold” />

<Button

android:id=”@+id/button6″

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”6″

android:textStyle=”bold” />

<Button

android:id=”@+id/buttonKurang”

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”-”

android:textStyle=”bold” />

</TableRow>

<TableRow

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”match_parent”>

<Button

android:id=”@+id/button7″

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginLeft=”5dp”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”7″

android:textStyle=”bold” />

<Button

android:id=”@+id/button8″

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”8″

android:textStyle=”bold” />

<Button

android:id=”@+id/button9″

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”9″

android:textStyle=”bold” />

<Button

android:id=”@+id/buttonKali”

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”*”

android:textStyle=”bold” />

</TableRow>

<TableRow

android:layout_width=”match_parent”

android:layout_height=”match_parent”>

<Button

android:id=”@+id/button0″

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginLeft=”5dp”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”0″

android:textStyle=”bold” />

<Button

android:id=”@+id/buttonC”

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”C”

android:textStyle=”bold” />

<Button

android:id=”@+id/buttonSama”

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”=”

android:textStyle=”bold” />

<Button

android:id=”@+id/buttonBagi”

android:layout_width=”57.5dp”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginRight=”20dp”

android:text=”/”

android:textStyle=”bold” />

</TableRow>

</TableLayout>

<!–Digunakan untuk menuju ke aktivity satunya yang berisi,

text view tentang aplikasi ini–>

<Button

android:id=”@+id/buttonTentang”

android:layout_width=”wrap_content”

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_marginBottom=”64dp”

android:layout_marginEnd=”8dp”

android:layout_marginStart=”8dp”

android:text=”TENTANG”

android:textStyle=”bold”

app:layout_constraintBottom_toBottomOf=”@+id/tableLayout”

app:layout_constraintEnd_toEndOf=”@+id/tableLayout”

app:layout_constraintStart_toStartOf=”@+id/tableLayout” />

<android.support.constraint.Group

android:id=”@+id/group”

android:layout_width=”wrap_content”

android:layout_height=”wrap_content” />

</android.support.constraint.ConstraintLayout>

Beginilah tampilan setelah jadi

 

Tutorial Lainnya

Most popular

ARTIKEL PILIHAN